









Arsitek desain arsitektur rumah itu apa sih ? arsitek itu siapa ? menurut wikipedia arsitek adalah "Arsitek" berasal dari Latin architectus, dan dari bahasa Yunani: architekton (master pembangun), arkhi (ketua) + tekton (pembangun, tukang kayu). Dalam penerapan profesi, arsitek berperan sebagai pendamping, atau wakil dari pemberi tugas (pemilik bangunan).
Arsitek harus mengawasi agar pelaksanaan di lapangan/proyek sesuai dengan bestek dan perjanjian yang telah dibuat. Dalam proyek yang besar, arsitek berperan sebagai direksi, dan memiliki hak untuk mengontrol pekerjaan yang dilakukan kontraktor.
Ada beberapa kiat dalam memilih arsitek :
Carilah arsitek yang memang berpengalaman di bidangnya.
Mintalah dah lihat hasil – hasil dari arsitek pilihan Anda.
Carilah desain arsitektur rumah yang mengerti dan bisa menimplementasikan keinganan Anda sehingga rumah idaman Anda akan terwujud.
Carilah arsitek yang peduli dengan lingkungan sekitar dan concern terhadap global warming agar rumah Anda juga ramah lingkungan dan tidak ada masalah dengan global warming.
Arsitek yang baik tentunya harus memiliki sertifikat yang resmi dari IAI.
Segini dulu yah, semoga berguna dan bermanfaat. erick
Pemilihan seorang arsitek yang baik itu tidaklah mudah dan tidak segampang seperti yang kita pikirkan dan kita kira, karena banyak hal yang penting yang harus kita pikirkan saat memilih arsitek atau konsultan arsitek untuk rumah impian Anda, berikut tulisan yang saya kutip dari website IAI (Ikatan Arsitek Indonesia) :
Pengenalan
Dalam proses awal, maka ada beberapa panduan ringkas yang bisa Anda jalankan sebagai tahap pengenalan akan tingkat kemampuan dan kualitas calon arsitek Anda:
1. Arsitek Profesional IAI dilengkapi dengan Sertifikat Ke-Ahlian (SKA) yang diberikan dan diperpanjang dengan syarat-syarat yang ketat. SKA yang dikeluarkan oleh IAI tidak bisa dibeli sembarangan hanya karena uang, karena pada setiap pengajuannya setiap arsitek wajib memenuhi persyaratan-persyaratan yang sesuai dengan standar kompetensi Internasional (untuk SKA Utama) dan Nasional (untuk SKA Madya dan Pratama). Setiap arsitek yang memiliki SKA IAI, sangat terikat dengan kode etik keprofesian organisasi IAI. Anda bisa meminta kepada calon arsitek anda untuk menunjukkan bukti SKA yang mereka miliki.
2. Anda dapat meminta contoh-contoh proyek yang pernah mereka tangani, dengan mengharapkan penjelasan yang lebih rinci tentang proyek-proyek itu secara mendetail untuk membuktikan keterlibatan mereka dan kesuksesan proyek tersebut.
Pemilihan
Dalam proses memilih dan menyaring dari beberapa daftar calon konsultan arsitek, Anda dapat memberikan pertanyaan-pertanyaan dasar yang bisa memberikan Anda kepastian tentang komitmen sang calon arsitek dalam melihat prioritas proyek Anda dalam agenda kerjanya.
1. Apa yang paling penting untuk dibahas dan dipertimbangkan dalam proyek Anda menurut sang Arsitek?
2. Apa tantangan dari proyek ini?
3. Bagaimana sang Arsitek akan mengumpulkan informasi mengenai proyek ini?
4. Siapakah dalam firma/biro mereka yang akan menjadi penghubung Anda? Apakah orang yang sama dengan yang mendesain? Siapakah yang akan mendesain?
5. Seberapa tertariknya sang Arsitek dalam proyek ini?
6. Seberapa sibuknya sang Arsitek saat ini?
7. Apa yang membedakan sang Arsitek ini dengan yang lain?
8. Bagaimana sang Arsitek menetapkan standar biaya jasanya?
Penentuan
Dalam menentukan arsitek yang tepat bagi proyek Anda, maka Anda harus mempertimbangkan bahwa nilai biaya jasa yang paling murah bukanlah segalanya. Pekerjaan keprofesian arsitek adalah mengenai pemberian pelayanan yang paling maksimal sesuai dengan standar minimal keprofesian yang harus diberikan oleh sang Arsitek dalam proyek Anda.
Batas-batas pekerjaan konsultan arsitek harus dibahas secara jelas pada awal perjanjian kerja sama agar terhindar kesalahpahaman profesi dan/atau kekeliruan spesifikasi pekerjaan.
Para pengguna jasa dan arsitek yang digunakannya harus dapat saling memahami lebih dulu tentang rencana dan rancangan yang dikehendaki oleh kedua pihak, agar pada pelaksanaannya dapat terhindar biaya berlebihan karena kesalahan konstruksi atau misinterpretasi desain. Oleh karena itu, para pengguna jasa harus dapat menemukan calon Arsitek yang dapat berkomunikasi dengannya secara baik dan dapat memahami keinginannya.
Arsitektur adalah seni dan ilmu dalam merancang bangunan. Dalam artian yang lebih luas, arsitektur mencakup merancang dan membangun keseluruhan lingkungan binaan, mulai dari level makro yaitu perencanaan kota, perancangan perkotaan, arsitektur lansekap, hingga ke level mikro yaitu desain bangunan, desain perabot dan desain produk. Arsitektur juga merujuk kepada hasil-hasil proses perancangan tersebut.
Menurut Vitruvius di dalam bukunya De Architectura (yang merupakan sumber tertulis paling tua yang masih ada hingga sekarang), bangunan yang baik haruslah memilik Keindahan / Estetika (Venustas), Kekuatan (Firmitas), dan Kegunaan / Fungsi (Utilitas); arsitektur dapat dikatakan sebagai keseimbangan dan koordinasi antara ketiga unsur tersebut, dan tidak ada satu unsur yang melebihi unsur lainnya. Dalam definisi modern, arsitektur harus mencakup pertimbangan fungsi, estetika, dan psikologis. Namun, dapat dikatakan pula bahwa unsur fungsi itu sendiri di dalamnya sudah mencakup baik unsur estetika maupun psikologis.
Arsitektur adalah bidang multi-dispilin, termasuk di dalamnya adalah matematika, sains, seni, teknologi, humaniora, politik, sejarah, filsafat, dan sebagainya. Mengutip Vitruvius, "Arsitektur adalah ilmu yang timbul dari ilmu-ilmu lainnya, dan dilengkapi dengan proses belajar: dibantu dengan penilaian terhadap karya tersebut sebagai karya seni". Ia pun menambahkan bahwa seorang konsultan arsitek harus fasih di dalam bidang musik, astronomi, dsb. Filsafat adalah salah satu yang utama di dalam pendekatan arsitektur. Rasionalisme, empirisisme, fenomenologi strukturalisme, post-strukturalisme, dan dekonstruktivisme adalah beberapa arahan dari filsafat yang mempengaruhi arsitektur.
Memilih arsitek yang baik ternyata susah-susah gampang. Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) mencatat, saat ini, ada ribuan orang yang berprofesi sebagai arsitek di Indonesia. Tapi, hanya 10.000 orang yang menjadi anggota IAI serta sekitar 300 orang saja yang memiliki sertifikat dari IAI yang bikin runyam lagi, IAI ternyata melarang anggotanya melakukan promosi atau memasang iklan di media massa. Promosi biasa dilakukan dari mulut ke mulut. Jadi memilih konsultan arsitek yang baik memang harus jeli dan hati-hati.
Wakil Ketua Umum IAI Bambang Barata bilang, orang memilih konsultan arsitek biasanya berdasarkan rekomendasi atau dari informasi pengguna jasa sebelumnya. “Biasanya seorang arsitek atau perusahaan konsultan arsitektur itu sudah punya jaringan klien yang akan terus memakaijasa mereka apabila kliennya puas,” papar Bambang. Arsitek yang baik memang harus bisa menerjemahkan keinginan pemilik rumah.
Taufik Rahman, konsultan arsitek dari Hartaha Architect menyarankan untuk memilih arsitek yang benar-benar profesional. Arsitek yang profesional itu bisa mendesain rumah. Desain yang dimaksud bukan hanya membuat rumah bagus dari luar dan di bagian dalam tetapi desain juga termasuk kenyamanan penghuni tinggal di situ. “Jadi cari arsitek yang mampu mendesain secara keseluruhan, misalnya segi kesehatan, hemat energi, penghematan ruang, ruang terasa sejuk dan dingin, dan sebagainya.
Tapi tetap rumah itu harus terlihat menarik,” ucapnya. Namun itu saja ternyata belum cukup. Ketua Badan Sistem Informasi IAI Samidirijono menyarankan, masyarakat sebaiknya memilih arsitek yang memiliki sertifikat atau tergabung dalam IAI. Saran Samidirijono tentu bukan upaya promosi untuk organisasinya atau sekadar basa-basi. Sebab saat ini Indonesia belum memiliki payung hukum atau undang-undang arsitek. “Indonesia satu-satunya negara di Asia Tenggara yang belum memiliki undang-undang itu,” tegasnya.
Memilih arsitek yang baik ternyata susah-susah gampang. Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) mencatat, saat ini, ada ribuan orang yang berprofesi sebagai arsitek di Indonesia. Tapi, hanya 10.000 orang yang menjadi anggota IAI serta sekitar 300 orang saja yang memiliki sertifikat dari IAI yang bikin runyam lagi, IAI ternyata melarang anggotanya melakukan promosi atau memasang iklan di media massa. Promosi biasa dilakukan dari mulut ke mulut. Jadi memilih arsitek yang baik memang harus jeli dan hati-hati.
Wakil Ketua Umum IAI Bambang Barata bilang, orang memilih konsultan arsitek biasanya berdasarkan rekomendasi atau dari informasi pengguna jasa sebelumnya. “Biasanya seorang arsitek atau perusahaan konsultan arsitektur itu sudah punya jaringan klien yang akan terus memakaijasa mereka apabila kliennya puas,” papar Bambang. Arsitek yang baik memang harus bisa menerjemahkan keinginan pemilik rumah. Taufik Rahman, konsultan arsitek dari Hartaha Architect menyarankan untuk memilih arsitek yang benar-benar profesional. Arsitek yang profesional itu bisa mendesain rumah. Desain yang dimaksud bukan hanya membuat rumah bagus dari luar dan di bagian dalam tetapi desain juga termasuk kenyamanan penghuni tinggal di situ. “Jadi cari arsitek yang mampu mendesain secara keseluruhan, misalnya segi kesehatan, hemat energi, penghematan ruang, ruang terasa sejuk dan dingin, dan sebagainya. Tapi tetap rumah itu harus terlihat menarik,” ucapnya. Namun itu saja ternyata belum cukup. Ketua Badan Sistem Informasi IAI Samidirijono menyarankan, masyarakat sebaiknya memilih arsitek yang memiliki sertifikat atau tergabung dalam IAI. Saran Samidirijono tentu bukan upaya promosi untuk organisasinya atau sekadar basa-basi. Sebab saat ini Indonesia belum memiliki payung hukum atau undang-undang arsitek. “Indonesia satu-satunya negara di Asia Tenggara yang belum memiliki undang-undang itu,” tegasnya.
Makanya, dia menyarankan untuk memilih konsultan arsitek yang memiliki sertifikat atau tergabung dalam suatu organisasi. Menurut Samidirijono, memilih arsitek yang tergabung dalam suatu organisasi atau bersertifikat setidaknya bisa memayungi masyarakat yang menderita kerugian akibat kelalaian arsitek.
Edy Can, Davy Dotulung, Patersius Sembiring
dari: kontan-harian.com
Arsitek rumah yang menarik dan bagus sudah menjadi idaman bagi setiap orang yang ingin memiliki rumah. Namun dalam pemilih arsitek untuk rumah tidaklah mudah karena diperlukan kejelian dalam memilih konsultan arsitek atau arsitektur rumah. Dalam menentukan arsitek yang tepat bagi proyek Anda, maka Anda harus mempertimbangkan bahwa nilai biaya jasa yang paling murah bukanlah segalanya. Pekerjaan keprofesian arsitek adalah mengenai pemberian pelayanan yang paling maksimal sesuai dengan standar minimal keprofesian yang harus diberikan oleh sang Arsitek dalam proyek Anda.
Batas dari pekerjaan seorang konsultan arsitek atau arsitektur harus dibahas secara jelas pada awal perjanjian kerja sama dengan pihak yang menggunakan jasa tersebut agar terhindar kesalahpahaman profesi dan/atau kekeliruan spesifikasi pekerjaan yang akan diemban oleh arsitek tersebut.
Para pengguna jasa dan arsitek yang digunakannya harus dapat saling memahami lebih dulu tentang rencana dan rancangan yang dikehendaki oleh kedua pihak, agar pada pelaksanaannya dapat terhindar biaya berlebihan karena kesalahan konstruksi atau misinterpretasi desain. Sebaiknya, bagi para pengguna jasa harus dapat menemukan calon konsultan arsitek yang dapat berkomunikasi dengannya secara baik dan dapat memahami keinginan dari orang yang ingin menggunakan jasa tersebut.
Demikian informasi yang mungkin berguna untuk Anda dalam memilih arsitek untuk bangunan atau rumah Anda. erick
Bekerja dengan pihak arsitektur rumah adalah kegiatan yang harus kita lakukan jika kita ingin membangun rumah dengan menggunakan jasa konsultan arsitek atau arsitektur. Namun di dalam memilih arsitek untuk berkerja sama dengan Anda tidaklah mudah. Berikut adalah tips yang dapat Anda lakukan untuk memilih dan bekerja-sama dengan arsitek dalam membangun rumah :
Buat daftar konsultan arsitek rumah, Sebanyak mungkin. Lalu susunlah kriteria dari arsitektur rumah.
Pengalaman, seringnya bangun rumah, gedung dan bangunan hotel.
Porto folio arsitek rumah yang pernah mereka rancang-bangun, arsitek design, model minimalis, arsitek design mediteranianya apakah cocok dengan Anda.
Mudah berkomunikasi dan ramah dengan pihak arsitek rumah yang sudah Anda pilih
Tarif dari jasa konsultan arsitek
Hubungi klien – klien yang pernah berhubungan dan menggunakan jasa konsultan arsitek yang sudah Anda pilih untuk mengetahui kinerja mereka, kesesuaian jadwal membangun dan sebagainya.
Setelah ada yang anda pilih, diskusikan masalah budget Anda, terlebih bila Anda memiliki budget arsitek design yang sangat terbatas.
Diskusikan keinginan Anda dalam membangun rumah. Gunakan foto/gambar dari majalah atau survey bersama arsitek anda ke lingkungan yang memiliki rumah-rumah dengan arsitektur yang anda suka.
Bila ada hal-hal yang Anda tidak mengerti jangan ragu untuk bertanya dan sebaiknya arsitek pilihan Anda harus dapat menjelaskannya. Juga bila Anda menemui hal yang tidak anda sukai, segera katakan saja.
Biasanya arsitek juga memiliki hubungan kerja dengan kontraktor. Malah banyak juga yang berprofesi ganda, arsitek iya, kontraktor iya. Dan biasanya ini lebih murah karena ada diskon segala.
Sekian tips yang semoga berguna untuk Anda. erick
Arsitek design merupakan salah satu elemen penting dalam pembangunan rumah baik interior ataupun eksterior namun dalam sebelum kita melangkah lebih jauh sebaiknya Anda harus mengenal arsitek design. Menurut wikipedia indonesia yang berisi tentang Vitruvius yang menjelaskan di dalam bukunya De Architectura (yang merupakan sumber tertulis paling tua yang masih ada hingga sekarang), bangunan yang baik haruslah memilik Keindahan / Estetika (Venustas), Kekuatan (Firmitas), dan Kegunaan / Fungsi (Utilitas); konsultan arsitek / arsitektur dapat dikatakan sebagai keseimbangan dan koordinasi antara ketiga unsur tersebut, dan tidak ada satu unsur yang melebihi unsur lainnya. Dalam definisi modern, arsitektur harus mencakup pertimbangan fungsi, estetika, dan psikologis. Namun, dapat dikatakan pula bahwa unsur fungsi itu sendiri di dalamnya sudah mencakup baik unsur estetika maupun psikologis.
Arsitektur adalah bidang multi-dispilin, termasuk di dalamnya adalah matematika, sains, seni, teknologi, humaniora, politik, sejarah, filsafat, dan sebagainya. Mengutip Vitruvius, "Arsitektur adalah ilmu yang timbul dari ilmu-ilmu lainnya, dan dilengkapi dengan proses belajar: dibantu dengan penilaian terhadap karya tersebut sebagai karya seni". Ia pun menambahkan bahwa seorang arsitek harus fasih di dalam bidang musik, astronomi, dsb. Filsafat adalah salah satu yang utama di dalam pendekatan arsitektur. Rasionalisme, empirisisme, fenomenologi strukturalisme, post-strukturalisme, dan dekonstruktivisme adalah beberapa arahan dari filsafat yang mempengaruhi arsitektur. Pentingnya teori untuk menjadi rujukan praktik tidak boleh terlalu ditekankan, meskipun banyak arsitek mengabaikan teori sama sekali. Vitruvius berujar: "Praktik dan teori adalah akar arsitektur. Praktik adalah perenungan yang berkelanjutan terhadap pelaksanaan sebuah proyek atau pengerjaannya dengan tangan, dalam proses konversi bahan bangunan dengan cara yang terbaik. Teori adalah hasil pemikiran beralasan yang menjelaskan proses konversi bahan bangunan menjadi hasil akhir sebagai jawaban terhadap suatu persoalan. Seorang arsitek design yang berpraktik tanpa dasar teori tidak dapat menjelaskan alasan dan dasar mengenai bentuk-bentuk yang dia pilih. Sementara arsitek yang berteori tanpa berpraktik hanya berpegang kepada "bayangan" dan bukannya substansi. Seorang arsitek yang berpegang pada teori dan praktik, ia memiliki senjata ganda. Ia dapat membuktikan kebenaran hasil rancangannya dan juga dapat mewujudkannya dalam pelaksanaan".