Uang palsu semakin canggih..

banknote_2020.jpgAda sebuah news yang harus kita waspadai bersama, apalagi akhir-akhir ini gelagatnya semakin marak saja. News apa? Semakin menggilanya peredaran uang palsu di republik tercinta ini, memang peredaran uang palsu bukan berita baru. Tapi penggiat peredaran uang palsu semakin mengikuti perkembangan jaman, tak mau kalah dengan tehnologi tentunya.

Padahal pemerintah sudah semakin mempersulit pembuatan uang dengan menggunakan bahan tinta dan kertas yang sangat specifik, dengan tujuan agar semakin mustahil untuk dipalsukan. Tapi seperti kata seseorang, ketika polisi belajar berjalan maka pencuri akan belajar berlari. Maka para penggiat peredaran uang palsu semakin mempersenjatai dirinya dengan kecanggihan tehnologi dan pemikiran terbaru. Apa itu?

Ada 2 hal terbaru yang tentang peredaran uang palsu yang harus kita waspadai, baiklah kita bahas satu per satu:

  1. Peredaran uang palsu Rupiah dalam pecahan besar semacam Rp.50.000,- serta uang palsu Dollar semacam $100.

Modus ini hampir sama dalam pembuatannya, detail warna tinta dengan ketebalan guratannya serta benang penandanya pun sekilas hampir sama, sekali lagi bisa dikatakan hampir sama karena tercetak dengan tehnologi yang terbaik tentunya. Pembedanya hanya pada proses peredarannya. Uang palsu Rupiah biasanya diedarkan dengan melakukan pembelian di warung-warung pinggir jalan di sore atau malam hari. Tentu saja dengan tujuan semakin susah untuk dilihat secara kasat mata, apalagi warung-warung itu tak memiliki alat deteksi infra red bukan?

Sedangkan uang palsu Dollar diedarkan melalui money changer jalanan yang biasanya banyak bertebaran di daerah-daerah wisata yang disering dikunjungi wisata asing, jelas ini peredaran bandar besar biasanya.

  1. Peredaran uang palsu tapi asli.

Biasanya uang Rupiah yang digunakan, begini maksudnya. Misalnya uang Rp.1.000,- yang masih bagus tidak terlipat-lipat maupun kusam. Dimasukkan dalam cairan khusus yang bisa melunturkan tinta tnpa merusak kertas dan benang penandanya. Benar-benar ada dan bisa, lalu kertas uang yang sudah bersih itu di cetak kembali dengan tinta terbaik, tapi bukan Rp.1.000,- lagi melainkan Rp.5.000,- misalnya. Nah, dengan metode ini bahkan alat pendeteksi infra merah pun bisa terkecoh, karena kertas yang digunakan memang benar-benar uang asli. Apalagi perbedaan ukuran besar kertas tiap jenisnya sangat tipis, uang palsu jenis ini bisa dikatakan uang upgrade.

Nah, semakin canggih bukan peredaran uang palsu sekarang ini, jadi berhati-hatilah ketika bertransaksi, apalagi bagi pedagang atau pemilik toko. Semoga pemerintah kembali bisa menemukan solusi terbaik untuk menanggulangi para penggiat peredaran uang palsu tersebut.

No comments:

Post a Comment