MUI: Mencuri Listrik itu Haram

http://www.tribun-timur.com/photo/2010/04/8571c6b383e17470ec95805bf7fedb09.jpg
Surabaya, Kominfo-Newsroom -- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur mengeluarkan Taushiyah Nomor: 27/TAUS/MUI/JTM/VIII/2007 tentang Hemat Energi, yang sebelumnya juga dikeluarkan fatwa MUI tentang pengharaman pencurian listrik.

Taushi yah tersebut dikeluarkan karena akhir-akhir ini penggunaan energi listrik, baik yang digunakan perorangan, instansi, umum maupun perusahaan skala kecil, menengah maupun besar sudah tidak peduli himbauan hemat dari PLN.

Secara nasional, komposisi penggunaan energi bahan bakar minyak (BBM) pada 2006 masih 22 persen dan telah menghabiskan sebesar 70 persen dari biaya operasi pembangkitan. Sehingga, untuk menekan biaya itu, dibangun pembangkit listrik non BBM.

''Diperkir akan 2009, kapasitas pembangkit yang memakai BBM tinggal 3 persen,'' kata Ketua Umum Dewan Pimpinan MUI Jatim, KH Abdusshomad Buchori ditemui saat acara Rapat Koordinasi Antar Daerah (Rakorda) MUI Wilayah III Tahun 2007 (Jatim, Bali, NTB dan NTT) di Sidoarjo, Selasa (21/8).

MUI Jatim menyerukan dan mengajak segenap umat Islam khususnya masyarakat Jatim untuk bersama-sama menghemat pemakaian listrik, sebagaimana himbauan PLN Jatim sesuai dengan Instruksi Presiden RI Nomor 10 Tahun 2005 tentang Hemat Energi.

Ini karena penghematan pemakaian listrik sesuai dengan tuntutan Islam dan membantu pemerintah yang belum pulih dari krisis di segala bidang. ''Pemakaian listrik secara berlebihan merupakan pemborosan. Pemborosan merupakan tindakan dzalim yang harus dihindari demi masa depan bangsa,'' imbaunya.

Juru Bicara PT PLN Distribusi Jatim, Ir Faisal Ashyari MT menambahkan, gerakan hemat listrik dilakukan khususnya pada jam-jam beban puncak, yakni mematikan minimal dua titik lampu (100 watt) pada pukul 17.00-22.00 malam.

Sebagai ilustrasi, pelanggan PLN Jatim saat ini berjumlah 6,635 juta, jika dapat menghemat pada beban pucak selama 5 jam (pukul 17.00-22.00) maka menghemat Rp2.040.418.000 per hari atau Rp744,752 miliar per tahun.

''Biaya operasional untuk penggunaan BBM bagi pembangkitan Jawa-Bali saat ini sebesar Rp62 triliun. Diharapkan dengan beroperasinya PLTU Cilacap dan Tanjung Jati-Jepara pada tahun ini bisa dihemat sehingga menjadi Rp50 triliun. Dulunya banyak pembangkitan yang memakai energi solar harganya Rp6.000 per liter diubah menjadi minyak bakar Rp3.500 per liter. Maka, bisa menghemat Rp 2.500 per liter,'' tuturnya. (www.d-infokom-jatim.go.id/hsn /toeb)

No comments:

Post a Comment