Penyempurnaan teknologi untuk menghemat konsumsi bahan bakar minyak pada kendaraan bermotor, terus berlangsung. Penemuan terkini adalah motor starter yang diletakkan berkaitan langsung dengan kruk as. Teknologi yang dikembangkan ZF Friedrichshafen Jerman ini bernama crankshaft starter generator (CSG).
Mesin tidak dapat mulai menyala (start) dengan sendirinya. Mesin memerlukan tenaga dari luar untuk memutarkan poros engkol dan membantu untuk menghidupkan. Umumnya mesin mempergunakan motor listrik yang digabungkan dengan magnetic switch. Peranti ini menggerakkan gigi pinion untuk memutar ring gear yang dipasangkan pada bagian luar roda gila (fly wheel) sehingga ring gear berputar dan juga poros engkolnya.
Motor starter di mata para ahli perusahaan ZF Friedrichshafen masih memiliki kelemahan, yaitu adanya gesekan antarkomponen. Gesekan ini berpotensi menurunkan performa mesin dan juga menimbulkan efek boros konsumsi bahan bakar. Hasil riset perusahaan Jerman tersebut menemukan solusinya berupa starter generator yang menyatu dengan kruk as atau crankshaft.
Bentuk peranti CSG sangat kompak dan masih memakai teknologi kumparan magnet dan magnet permanen. Alat CSG diletakkan tepat pada ujung kruk as sehingga bagian mesin menjadi ringkas.
Prinsip kerjanya tidak jauh berbeda dengan motor starter konvensional. Ketika kunci kontak diputar, arus listrik akan mengalir ke peranti CSG. Arus ini akan menimbulkan magnet yang bekerja menarik dan menolak secara bergantian dengan pasangannya, yaitu magnet permanen. Gerakan itu menyebabkan kruk as berputar dan mesin pun menyala.
Dengan memakai peranti ini, suara berisik gesekan antarlogam menjadi berkurang sehingga konsumsi bensin menjadi lebih irit. Perusahaan ZF mengklaim peranti CSG mampu menghemat bahan bakar hingga 7%. Kelebihan berikutnya adalah mesin lebih cepat menyala 0,3 detik dibandingkan dengan teknologi motor starter konvensional. Daya listrik yang dibutuhkan pun jauh lebih kecil. (ovi)***
No comments:
Post a Comment