DUCATI membidik gelar juara di MotoGP Inggris yang akan berlangsung di Sirkuit Donnington Park, Minggu (17/6). Meski belum pernah menang di sirkuit ini, Ducati optimistis bisa meraih hasil baik. Pasalnya, para teknisi Ducati semakin piawai melakukan penyetelan sepeda motor, sehingga kinerja Desmosedici GP7 sama bagusnya di lintasan lurus maupun tikungan.
Donnington Park memiliki karakter cepat dengan banyak tikungan cepat. Antara satu tikungan dengan tikungan lainnya seperti air yang mengalir cepat, sehingga pembalap tidak perlu terlalu banyak melakukan pengereman. Tikungan yang paling lambat adalah Melbourne Hairpin berkecepatan 80 km/jam. Di belokan ini pembalap harus cepat menemukan titik pengereman yang tepat, karena bentuknya yang berputar 180 derajat.
Menghadapi karakter Donnington Park, Direktur Projek Ducati MotoGP, Livio Suppo, mengakui sudah siap tempur. Apalagi semangat Tim Ducati saat ini sedang tinggi untuk meraih kemenangan di setiap sirkuit MotoGP.
"Kami memang tidak pernah berprestasi bagus di daratan Inggris, tetapi kondisi sekarang sangatlah berbeda. Ducati memiliki sepeda motor dan pembalap bagus untuk mengalahkan pabrikan Jepang," kata Suppo.
Kinerja Ducati Desmosedici GP7 yang dahsyat di Catalunya, Spa-nyol, dua pekan lalu, menjadi acuan Suppo untuk terus memburu gelar juara seri MotoGP. Ketika itu juara dunia balap motor 7 kali, Valentino Rossi, dibuat tidak berkutik sama sekali oleh keterampilan Stoner dalam mengendalikan sepeda motor.
Diakui Suppo, tanpa peranan Shell dan Bridgestone, Ducati tidak mungkin seperti itu. Bridgestone memberikan dukungan berupa kompon ban yang bagus sehingga memiliki grip baik di lintasan. Sedang-kan Shell memasok bahan bakar dan oli khusus yang membuat kinerja mesin tetap optimal.
Shell memasok Ducati dengan oli khusus berspesifikasi 10W-60 yang mampu membuat gesekan antara komponen mesin minimun. Efeknya, pembakaran pun menjadi lebih baik lagi, sehingga tenaga mesin Desmosedici GP7 bisa naik antara 1 hingga 2 hp.
Khusus untuk bahan bakar, perusahaan Shell, membuat V-Power Racing Fuel PR2772 yang unik. Ini karena sifat bakarnya seperti bensin, tetapi pemakaiannya seperti bahan bakar solar. Ini membuat konsumsi bahan bakar mesin Desmosedici GP7 lebih irit dibandingkan motor Jepang. Bahkan, Shell menyiapkan jenis bahan bakar yang berbeda untuk setiap tipe sirkuit. Untuk karakter sirkuit cepat, misalnya, Shell menyiapkan bahan bakar yang mampu mendongkrak tenaga mesin.
Didukung semua faktor tersebut, Ducati pun semakin optimistis mampu mengakhiri dominasi motor Jepang yang sudah menguasai balapan sejak tahun 1970-an. (ovi)***
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment