Ternyata penemu alat pemeriksa lembar ujian yang memakai pensil 2B itu adalah seorang guru. Namanya Reynold B Jhonson. Selain alat pemeriksa elektrik, johnson juga menemukan cakram keras, yang kita kenal sebagai Hardisk. Setelah menuntataskan gelar sarjananya tahun 1929, Johnson mengajar di sebuah sekolah menengah di ironwood, Michigan, Amerika Serikat. Disana jadi guru Ilmu Pengetahuan Alam dan Matematika.
Sekuat tenaga, pak Guru Johnson mencari agar matematika yang rumus-rumusnya bikin pusing para murid, bisa lebih mudah dimengerti. Suatu kali, dua orang siswa tertangkap basah mencuri sebuah radio sekolah. Keduanya dijatuhi hukuman. Selama masa hukuman itu mereka dibimbing Johnson. Setiap hari Johnson membimbing keduanya membuat alat eksperiman. Hingga di akhir masa hukuman, dua murid ini sukses menciptakan alat untuk memeriksa lembar ujian yang menggunakan sistem pilihan berganda atau multiple choice.
Namun karir mendidik Johnson harus berakhir di tengah jalan. Empat tahun mengajar di sekolah, sang guru malah dipecat. Peristiwa inilah yang kemudian mengubah hidup Pak Guru Johnson. Bahkan juga mengubah sejarah komputer. Setelah menjadi pengangguran, Johnson memanfaatkan wakt luangnya untuk mematangkan mesin pemeriksa ujian multiple choice tadi. Hasilnya ditawarkan ke beberapa sejumlah perusahaan, termasuk perusahaan komputer terbesar IBM. Akhirnya hanya setahun menjadi pengangguran, pada tahun 1934, Johnson diangkat menjadi engineer di IBM. Ia ditempatkan di Laboratorium IBM di Columbia University dan Endicott, di New York. Tugasnya Cuma satu: mengembangkan mesin pemeriksa lembar ujian multiple choice.
Mesin ini mampu membaca goresan pensil di lembar jawaban, lalu secara otomatis menghitung dan membeberkan hasil akhir penilaian secara visual. Mesin yang diberi nama IBM 805 itu kemudian diproduksi hingga ribuan unit pada 1937. Setidaknya, hingga dekade 1970-an, IBM 805 masih digunakan secara luas. Sukses membuat mesin pemeriksa ujian, para petinggi IBM menyadari kebutuhan terhadap sistem penyimpanan data. Itu sebabnya tahun 1952, perusahaan itu mengirim Johnson ke San Jose, California untuk membentuk tim yang diberi tugas yang maha berat. Mencari sebuah sistem penyimpanan data yang cepat dan handal.
Ditempat barunya, Johnson melanjutkan penelitian yang telah dimulai oleh tim riset IBM di Columbia. Salah satunya adalah mesin penyimpanan Random Acess Memory (RAM). Sistem ini memungkinkan pengguna mengakses dan mencari data dengan lebih cepat. Di masa itu, biasanya data disimpan di kartu plat besi yang berlubang-lubang atau pita magnetik (magnetik tape). Cara ini amat rumit. Memerlukan waktu bermenit-menit mencari data yang diinginkan. Awalnya Johnson yang dibantu 15 orang stafnya, memusatkan diri pada pengembangan sistem penyimpanan berbentuk silinder alias rotating drum.
Pada masa itu, media penyimpanan model begini sedang luas dikembangkan. Belakangan, tim ini lebih tertarik pada penyimpanan berbentuk piringan cakram yang dikembangkan Jacob Rabinow dari National Bureau Standard. Di ujung tahun 1955, mereka sukses membuat penyimpnan cakram keras yang diberi nama IBM 350. Cakram keras ini merupakan bagian dari sistem bernama RAMAC 305. RAMAC sendiri merupakan kependekan dari Random Access Method of Accounting Control, yaitu sistem yang mampu menyediakan akses data yang tepat bagi penggunananya dimasa itu.
Tidak seperti cakram keras yang dijumpai di pasaran saat ini, IBM 350 itu jauh lebih bongsor, besarnya setara dengan dua buah kulkas yang berderet. Bobotnya pun tak tanggung-tanggung, satu ton. Itu karena ia terdiri 50 buah cakram berdiagonal 24 inci (sekitar 60 cm), yang ditumpuk-tumpuk. Kapasitas penyimpanannya? Sekotar 5 megabyte data. (vivanews)
No comments:
Post a Comment