James “Casino Royale” Bond


New Aston Martin DBS. Film James Bond atau yang dikenal James Bond 007 tak hanya menceritakan agen rahasia Inggris yang legendaris, melainkan kehadiran filmnya sendiri pun legendaris. Bukan saja bintang pemeran utamanya yang tampil sangat trendy, punya banyak kemampuan untuk mengatasi berbagai kesulitan dalam menjalankan tugasnya, juga memiliki berbagai kelengkapan yang mendukung aksinya, baik senjata rahasia maupun kendaraan bermotor yang canggih.

Dalam film James Bond 007 “CASINO ROYALE” yang akan diproduksi oleh Michael G. Wilson dan Barbara Broccoli untuk Eon Productions, tampil Daniel Craig yang berperan sebagai James Bond terbaru. Film ini sendiri akan dirilis November 2006 oleh MGM/Sony dimana Daniel akan mengendarai mobil Aston Martin DBS terbaru.

Meski dalam tradisi James Bond bahwa mobil yang akan digunakan, yang dalam hal ini 007 “CASINO ROYALE” tetap ditutup sebagai rahasia, namun perusahaan pembuatnya memastikan bahwa yang akan digunakan Craig adalah mobil Aston Martin DBS terbaru.

Dr Ulrich Bez, Chairman and Chief Executive Officer Aston Martin, mengatakan bahwa, “Ini suatu berita besar bahwa James Bond yang akan kembali mengendarai Aston Martin dan kita telah membuatnya dengan memiliki sesuatu yang spesial, yang memungkinkan Bond mampu menyelesaikan tugas-tugas rahasianya dengan penuh percaya diri dan gaya.”

Awalnya, dalam film 007 Casino Royale ini Daniel “James Bond” Craig meminta untuk mengendarai Aston Martin DB5 dengan gaya klasik 007, namun kenyataannya dalam film legendaris ini Daniel Craig mengendarai Aston Martin DBS terbaru.

"Mobil ini sangat spesial karena DBS terbaru ini berada di antara DB9 dan mobil racing Aston Martin terbaru yang akan segera masuk dalam racing di Le Mans. Bukan saja canggih dalam teknologi, DBS sesungguhnya suatu kendaraan yang luar biasa bagus dan sangat cocok digunakan oleh Bond.

Sebagai kendaraan racing, DBS memang sedikit memberi masalah bagi para stunt driver, namun untuk memuluskan dukungan mereka dalam berbagai manuver kendaraan yang dibutuhkan, maka para stunt melakukan persiapan yang serius dengan menggunakan kendaraan uji.

Namun, ketika para stunt ini mengendarai DBS, performansinya sungguh sangat berbeda, ujar Gary Powell, koordinator para stunt.

"Awalnya, apa yang kami ingin lakukan adalah menggunakan posisi kemiringan yang sekecil mungkin dalam melakukan manuver, karena kami ingin benar-benar menjaga kendaraan agar tetap mendekat ke tanah dan hal itu dapat dilakukan dengan baik dengan kendaraan uji,” tambah Powell

“Berbeda dengan Aston, yang dibuat dengan sangat berbeda, dimana pusat gravitasinya lebih rendah. Aston sesungguhnya adalah kendaraan racing yang diizinkan dikendarai di jalan raya. Karenanya, ketika kami melakukannya pertama kali di ramp, maka kendaraan terangkat ke udara, dan ia mengoreksi sendiri dan kemudian kembali lagi,” ujar Powell lagi. Bahkan ketika ramp-nya ditambah hingga 400%, Aston masih menunjukkan stabilitas yang luar biasa, yang bahkan mengalahkan upaya stunt untuk membalikkannya.

Dengan kondisi itu, akhirnya Gary Powell memutuskan untuk menaikkan ramp kurang dari dua feet. Kami masuk pada posisi 75, kecepatan 80 mil per jam dan mencecahkannya dengan kedua roda sisi kiri, serta mengantisipasi pembalikan kendaraan dengan sangat mudah.

Namun, kenyataannya kendaraan terangkat ke udara dan menyesuaikan posisinya dengan sangat baik dan mendarat kembali pada di atas keempat rodanya. Ini menunjukkan stabilitas Aston yang luar biasa sempurna.

Aston Martin DBS dibuat dalam jumlah terbatas, mungkin sekitar 300 kendaraan. Harganya di pasaran diperkirakan sekitar £160,000. Selain itu, DBS mampu menghasilkan daya 530bhp dari mesin 6.0-liter V12 yang dimilikinya.

POLYGON B2W/UNCC CONFERENCE 2007

SPECIAL EDITION BICYCLE

UNCC-Logo        Sepeda ini adalah Official Bike dari United Nations Climate Change Conference di Bali tanggal 3-14 Desember 2007.
       Untuk sementara belum akan dimodifikasi besar-besaran dan tetap dipertahankan sebagai sepeda komuter. Rencana up-grade dilakukan hanya dengan parts seadanya yang sudah ada saja, tanpa pembelian parts khusus untuk itu.

UNCCC Bike
UNCC Decal

Spesifikasi :
Frame : Polygon B2W Indonesia double butted aluminium alloy
Frame type : hard-tail
Frame year : 2007
Frame size : 17 inches
Color : yellow
S/N : 110705019

Forks : Manitou Minute-3 SPV
Front derailleur : Shimano Deore FD-M541
Rear derailleur : Shimano Alivio RD-M410L
Shifters : Shimano Alivio SL-M410L
Crankset : Shimano Deore Hollowtech II CS-M532L double-drivetrain w/ Shimano bashguard
Cassette : Shimano Deore CS-HG50
Chain : Shimano Deore CN-HG53
Bottom bracket : Shimano Deore BB-M532
Pedals : Xpedo MX-6
Brakes : Bengal MB700T w/ Shimano Deore XT 8 inch rotors
Brake levers : Hayes
Stem : Amoeba
Handlebar : Funn Triple-A
Grips : WTB Moto-Tec
Headset : orig.
Seatpost : WTB CXC
Saddle : Lookin Gel
Hubs : Shimano Non-Series HB/FH-M475
Rims : AlexRims SX-44
Tyres : Maxxis Calibos
Cables : Shimano
Accessories : Polygon (stand), Pazzaz (bottle cage)


B2W LogoUNCCC2007-Logo
Polygon Logo


JAMIS DAKAR XLT 3.0

        Makin mahalnya harga frame, berakibat mencari solusi yang lebih hemat. Sebuah pemikiran yang umum untuk memilih alternatif frame produksi tahun yang sudah silam dalam keadaan baru, yang dianggap punya reputasi bagus di jamannya. Tidak salah untuk memilih frame ini, karena di tahun produksinya frame ini mencatat salah satu gelar gelaran "bike of the year" menurut versi beberapa majalah sepeda.

Jamis Dakar XLT

        Padanan yang sangat bagus jika frame yang berlabel edisi khusus ini dipadukan dengan drivetrain yang juga merupakan "20th. Anniversary Edition".

20th. Anniversary Edition

20th. Anniversary Edition


Spesifikasi :
Spesifikasi:
Frame : Jamis Dakar XLT 3.0 20th Anniversary Edition
Frame type : kinesium four-bar link full-suspensions
Frame year : 2005 (first built 2008)
Frame size : 19 inch
Color : matted blue black
S/N : WK5601157 HA9800-1

Forks : Fox 32 Float R
Rear suspension : Fox Float Talas RLC
Front derailleur : Shimano XTR FD-M970
Rear derailleur : SRAM X.0 BlackBox, 20th Anniversary Edition
Shifters : SRAM X.9 trigger-shifter
Crankset : Shimano XTR Hollowtech-II FC-M960
Cassette : SRAM PG-990
Chain : SRAM PC-991 Hollow Pin
Bottom bracket : Shimano XTR BB-M960
Pedals : Xpedo MX-2
Brakes : Hayes HFX-9 w/ 8 v-cut rotors
Stem : Sunline V-One All Mountain
Handlebar : Sunline V-One OS
Grips : Odi X-treme
Headset : Syncros Hardcore
Seatpost : PZ-Racing AC3-MB
Saddle : WTB Rocket V Sport
Hubs : Sun-Ringle Disc-Jockey
Rims : WTB Laser-Disc Trail
Tyres : Maxxis Hansventure 2.35
Cables : Shimano XTR
Accessories : Cateye Astrale-8 (cyclocomputer)


Jamis Logo


DAHON ROO D7

        Tak bisa dipungkiri peminat sepeda lipat makin banyak, dan mau tidak mau tergiur juga untuk punya pengalaman dengan sepeda lipat. Sekedar hanya ingin merasakan bagaimana beraktivitas dengan sepeda lipat, maka dibelilah sepeda ini. Memang masih termasuk entry-level, tetapi pengalaman beraktivitas dengan sepeda lipat memang ada keunikan tersendiri. Percaya atau tidak inilah sepeda lipat yang meluncur pertama di jalanan kota Yogyakarta.
         Beberapa ubahan kecil akhirnya dilakukan, semata untuk meningkatkan performa yang dirasakan kurang. Penggantian yang dirasakan harus dilakukan adalah di sektor ban dan rem.

Dahon Roo D7

Spesifikasi :
Frame : Dahon R Series, custom-drawn 7005 aluminum, forged LP hinge, forged drop-outs, integrated head tube
Frame type : Folding
Frame year : 2008
Color : White
S/N : D711716633

Fork : Integrated, Fusion technology
Shifter : SRAM MRX Comp, SRS technology
Rear Derailleur : Dahon Neos (Suntour), RapidRise
Cassette : Suntour, 7 speed, 11-30T
Crankset : Suntour Cold-forged
Bottom Bracket : CH, chromoly axle
Chain : KMC Z50
Pedals : Suntour folding
Handlepost : Radius Telescope™ adjustable, Fusion™ technology, InSide™ lock
Handlebar : Flat bar
Headset : Dahon Fusion
Grips : SRAM
Saddle : Dahon Comfort
Seatpost : Dahon SuperOversize
Brakes : Shimano Deore BR-M530L
Brake lever : Shimano Deore BL-M511L
Cables : Shimano SIS
Hubs : Formula
Spokes : stainless steel, brass nipples
Rims : Aluminum, silver anodized
Tires : Kenda Small Block Eight - John Tomac Signature 1.95
Original accessories : chain-guard, kick-tand, Magnetix™ system (clip
Additional accessories : Giant (head-lamp), Cateye SL-LD100(tail-light), Cateye (bell, Topeak Dyna Pack (bag)


Dahon Logo



(POLYGON) COLLOSUS AX3.0 FSS

        Sepeda ini dibangun dari frame yang merupakan produk test dari PT Insera Sena. Beberapa parts menggunakan komponen lama, sedangkan sebagian beli baru untuk mewujudkan sepeda All Mountain sejati. Setelah beberapa kali coba ini itu, maka konfigurasi komponen seperti ini yang kami pandang paling bagus.
        Sebelum mulai dipakai buat bersepeda secara rutin, lebih dulu sepeda ini di uji coba di seputaran Candi Boko (desa Bokosari), sirkuit cross di desa Sawo, dan di kaki gunung Lawu. Hasil uji coba bisa disimak di majalah Cycling edisi bulan Oktober/2008.

Collosus AX3.0

Spesifikasi :
Frame : Polygon Collosus AX-3.0
Frame year : 2008
Frame type : full-suspensions, Floating Suspension System
Color : anodizied-black

Rear suspension : RockShox Monarch 3.3 (orig.)
Forks : RockShox Pikes 454 U-turn
Front derailleur : Shimano Deore XT FD-M770
Rear derailleur : SRAM X.9
Shifters : Sram x.9
Crankset : Shimano Deore XT FC-M770
Cassette : Shimano XTR CS-M960
Chain : Shimano Deore XT CN-HG93
Bottom bracket : Shimano XTR
Pedals : Crankbrothers 5050X
Brakes : Shimano Deore XT FD-M760 w/ 8 inch Shimano XTR floating rotors
Stem : Funn Rippa
Handlebar : Funn Full-On
Grips : Odi Ruffian MX
Headset : FSA 360
Seatpost : ControlTech M-post
Saddle : Specialized Rival
Hubs : Shimano Deore XT HB-M776 (front) and HB-M775 (rear)
Rims : Syncros FLR DS-23 24mm
Tyres : Kenda Cortez 2.20
Cables : Shimano SIS
Accessories : Cateye Enduro8 (cyclocomputer)


Polygon Logo