"Misalnya ada satu kasus produk Microsoft dipalsukan tanpa huruf 't'," tukasnya dalam acara komunitas Peduli Asli di Hotel Le Meridien, Selasa (22/12/2009).
Software yang paling banyak dipalsukan, lanjut Widyaretna, adalah produk keluaran Microsoft. Seperti Microsoft Office dan sistem operasi Windows.
"Memang softwarenya (Microsoft-red) paling laku di sini," tukasnya.
Menurut hasil studi Masyarakat Indonesia Anti Pemalsuan dengan LPEM FEUI, pemalsuan software pada 2002-2005 diprediksi menimbulkan kerugian Rp 3,6 triliun.
( ash / fyk )
No comments:
Post a Comment