Dark energy menjadi teka-teki kosmolog selama berdekade.
Ahli fisika Michael Turner dari University of Chicago bahkan terkenal karena pernyataannya, “apa yang diketahui mengenai dark energy hanyalah namanya saja”.Lalu apa jawabannya? Dark energy tidak ada, kata ahli matematika Blake Temple dan Joel Smoller yang penelitiannya dipublikasikan di Proceedings of the National Academies of Science.
Dark energy hanya gelombang yang meluas dari Big Bang (ledakan dahsyat) 13,7 miliar tahun lalu yang mendorong trilunan galaksi memenuhi seluruh bagian jagad raya.
Jika perhitungan mereka benar, maka Dark energy hanyalah ilusi yang menyebar dengan tingkatan tertentu, ke tempat ruang hampa lebih besar, didorong oleh energi Big Bang.
Tapi penemuan itu mendapat tentangan dari pakar fisika. “Satu-satunya masalah agar persamaan itu bisa bekerja, kita harus di pusat jagad raya yang itu tidak umum," kata pakar fisika Lawrence Krauss dari Arizona State University. "Aku kira itu bisa diterima secara matematika, tapi tidak relevan secara fisika”.
Ahli fisika Sean Carroll dari Caltech juga skeptis solusi matematika, untuk menjelaskan dark energy. Karena persamaan itu tidak menjelaskan bukti lain, naiknya perluasan jagad raya dalam pengamatan yang lain.
No comments:
Post a Comment